Alaku
Alaku
Pendidikan Sosial Budaya

Universitas Batam Siapkan Prodi Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer, Jawab Kebutuhan Tenaga Kesehatan Primer

21
×

Universitas Batam Siapkan Prodi Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer, Jawab Kebutuhan Tenaga Kesehatan Primer

Sebarkan artikel ini
Poto bersama dari Universitas batam dan universitas syiah kuala
Poto bersama dari Universitas batam dan universitas syiah kuala

Psikoday.id | BATAM – Universitas Batam (UNIBA) mengambil langkah strategis untuk menjawab kebutuhan mendesak akan tenaga kesehatan primer di Indonesia. Melalui Fakultas Kedokteran, UNIBA kini tengah mematangkan persiapan pengusulan Program Studi (Prodi) baru Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer (KKLP).

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, UNIBA menggelar evaluasi borang pengusulan prodi secara intensif. Proses ini dilaksanakan di Ruang Rapat Rektorat Uniba, dengan didampingi langsung oleh tim ahli dari Universitas Syiah Kuala (USK) Aceh, yang bertindak sebagai universitas pembina

Example 300x600

Mahasiswa Magang Berdampak FISIP Universitas Brawijaya Laksanakan Program Penguatan Citra Positif di Lapas Kelas I Malang

Acara yang dibuka langsung oleh Rektor Uniba,Prof.Dr.Ir.Samsul Rizal.,M.Eng.,IPU.,ASEAN.,Eng,yang bertempat di Ruang Rapat rektorat Uniba, dalam kata sambutan nya Rektor Uniba menyampaikan Pendirian PPDS SPKKLP akan menghasilkan dokter yang mampu mengintegrasikan pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif dalam konteks masyarakat kepulauan dan industrial.(8/11/2025)

“Pembukaan Prodi Spesialis KKLP ini adalah komitmen dan jawaban Universitas Batam terhadap kebutuhan tenaga medis profesional di garda terdepan, ujar Rektor.

Suasana di ruang Rapat

Kami sangat berterima kasih kepada Universitas Syiah Kuala atas kesediaannya menjadi pembina. Masukan dan bimbingan konstruktif dari USK sangat fundamental untuk memastikan prodi ini berkualitas sejak awal.

Uniba Gelar Kuliah Umum Untuk Tenaga Pendidik Dengan Tajuk”Integritas Publikasi Ilmiah & Program Saintek 2025

Pertemuan ini yang dihadiri Oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Batam, dr Fachrul Jamal, SpAn. KIC, dan jajarannya, sedangkan dari Departemen Kedokteran keluarga layanan primer UNIBA di hari Dr. dr. Dahlan Gunawan, SpKKLP, MKes, SH.MH, MM, Dr. dr. Dollar SH., MH., MM., FIHFAA., FRSPH., FISQUA, Sp.KKLP, dr. Ibrahim, SH., M.Pd.Ked, M.Kn., Sp.KKLP., dr. Luis Yulia, MKKK, SpKKLP dan dr. Hanny SpKKLP dari Puskesmas.

Dari Pihak Universitas syiah Kuala di hadiri oleh Prof Dr dr M Yani MKes PKK SpKKLP, dan dr. Nurjannah, MPH., Ph.D., Sp.KKLP selaku kepala departemen,

Perwira Psikologi TNI Alumni Universitas Muhammadiyah Purwokerto Terima Penghargaan dari UNIFIL

Proses evaluasi ini berfokus pada peninjauan detail dokumen borang yang telah disiapkan oleh Fakultas Kedokteran UNIBA. Tim dari USK, yang dipimpin oleh Prof. Dr. dr. M. Yani, MKes, PKK, SpKKLP, meninjau secara mendalam berbagai aspek krusial.

Sorotan utama meliputi kelengkapan kurikulum, kualifikasi sumber daya manusia (dosen spesialis), ketersediaan sarana-prasarana, serta kesiapan wahana pendidikan, termasuk rumah sakit jejaring dan puskesmas.

Pemaparan dari pihak universitas batam

Dekan Fakultas Kedokteran UNIBA, dr. Fachrul Jamal, SpAn. KIC, yang turut hadir bersama jajaran Departemen KKLP UNIBA, menyatakan pentingnya proses pembinaan ini untuk menjamin standarisasi dan kualitas.

Tim USK memberikan tinjauan mendalam terhadap seluruh instrumen borang. Semua rekomendasi dan catatan perbaikan yang diberikan akan segera kami tindak lanjuti untuk penyempurnaan proposal agar memenuhi standar tertinggi yang ditetapkan,” jelas dr. Fachrul.

Pihak universitas pembina dari USK juga menyambut baik keseriusan UNIBA dan menekankan urgensi dari prodi ini. “Kami melihat keseriusan dan potensi yang luar biasa dari UNIBA. Kebutuhan dokter spesialis KKLP di wilayah kepulauan seperti Kepri ini sangat mendesak,” ungkap perwakilan tim pembina USK.

Setelah tahap evaluasi dan perbaikan borang ini rampung, Universitas Batam akan melanjutkan proses pengusulan ke Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes) dan Kementerian terkait untuk mendapatkan izin operasional. (dg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *