PSIKODAY.COM – Aceh Tamiang | Memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga harus dibangun melalui pendekatan humanis, komunikasi yang terbuka, serta penguatan nilai-nilai keagamaan. Semangat inilah yang diwujudkan Kapolres Aceh Tamiang AKBP Robby Ansyari, S.I.K., M.H., bersama para pejabat utama (PJU) dan personel Polres Aceh Tamiang dalam kegiatan Subuh Keliling di Masjid An-Nur, Desa Landuh, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan yang diawali dengan pelaksanaan salat Subuh berjamaah tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi antara kepolisian dan masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Melalui pendekatan religius dan dialog langsung dengan jamaah, Kapolres Aceh Tamiang menyampaikan sejumlah pesan penting terkait berbagai persoalan sosial yang berpotensi mengancam ketenteraman masyarakat, khususnya penyalahgunaan narkoba, perundungan (bullying), perjudian daring, pinjaman online ilegal, serta penyebaran berita bohong atau hoaks.
Dalam arahannya, AKBP Robby Ansyari menegaskan bahwa perang terhadap narkoba membutuhkan komitmen bersama seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, ancaman narkoba tidak hanya berkaitan dengan persoalan hukum, tetapi juga menyangkut masa depan generasi muda, ketahanan keluarga, serta kualitas sumber daya manusia.
“Perang terhadap narkoba bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi tanggung jawab kita bersama. Peran seluruh elemen masyarakat sangat penting dalam melindungi generasi muda dari bahaya narkoba, terutama peran orang tua dalam mengawasi pergaulan anak-anaknya,” ujar AKBP Robby.
Ia menekankan bahwa upaya pencegahan harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga. Pengawasan yang bijak, komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak, serta kepedulian terhadap lingkungan pergaulan dinilai menjadi bagian penting dalam membentengi generasi muda dari pengaruh penyalahgunaan narkotika.
Kapolres juga mengajak masyarakat untuk tidak menutup mata terhadap indikasi penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba di lingkungan masing-masing. Keberanian menyampaikan informasi kepada pihak berwenang secara bertanggung jawab menjadi salah satu bentuk partisipasi nyata masyarakat dalam menyelamatkan generasi penerus bangsa.
Cegah Bullying, Judi Online, dan Bahaya Ruang Digital
Selain menyoroti persoalan narkoba, Kapolres Aceh Tamiang turut memberikan perhatian terhadap fenomena perundungan yang dapat merusak kondisi psikologis, rasa percaya diri, dan masa depan anak-anak, terutama di lingkungan sekolah maupun dalam pergaulan sehari-hari.
Ia mengajak orang tua, tenaga pendidik, serta masyarakat untuk membangun lingkungan yang aman, ramah, dan bebas dari tindakan intimidasi. Pencegahan perundungan, menurutnya, membutuhkan kepekaan bersama agar setiap tindakan yang merugikan anak dapat dikenali dan ditangani secara tepat.
Di sisi lain, masyarakat juga diingatkan agar tidak terjerumus dalam praktik perjudian daring dan pinjaman online ilegal yang berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi, persoalan keluarga, hingga masalah sosial yang lebih luas.
Kapolres menegaskan bahwa perkembangan teknologi harus disikapi dengan kecerdasan dan tanggung jawab. Media sosial yang semestinya menjadi sarana komunikasi dan pertukaran informasi tidak boleh disalahgunakan untuk menyebarkan fitnah, provokasi, maupun informasi yang belum terverifikasi.
“Mari kita jaga keluarga dan generasi muda dari narkoba, bullying, judi online, pinjaman online, serta berbagai dampak negatif penyalahgunaan teknologi. Bijaklah dalam bermedia sosial, saring sebelum sharing, dan jangan mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya,” pesan AKBP Robby.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga keamanan pada era digital bukan hanya tentang mencegah tindak kriminal secara langsung, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi menyesatkan dan berbagai aktivitas yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Polisi Hadir, Masyarakat Berperan Aktif Menjaga Kamtibmas
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Aceh Tamiang mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap situasi keamanan di lingkungan masing-masing. Menurutnya, stabilitas kamtibmas tidak dapat diwujudkan hanya melalui kehadiran aparat kepolisian, melainkan membutuhkan dukungan, kepercayaan, dan partisipasi aktif masyarakat.
Warga diimbau untuk segera menyampaikan informasi apabila mengetahui adanya potensi gangguan keamanan maupun tindak pidana melalui Bhabinkamtibmas, kantor kepolisian terdekat, atau layanan Kepolisian 110.
Partisipasi masyarakat tersebut diharapkan dapat membantu kepolisian melakukan langkah pencegahan dan penanganan secara lebih cepat, tepat, serta terukur.
Kegiatan Subuh Keliling juga mencerminkan pentingnya membangun hubungan yang harmonis antara Polri dan masyarakat melalui ruang-ruang komunikasi yang dekat dengan kehidupan warga. Masjid tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga dapat menjadi ruang memperkuat persaudaraan, kepedulian sosial, dan komitmen bersama menjaga lingkungan.
Melalui kegiatan ini, Polres Aceh Tamiang berharap sinergi antara kepolisian, tokoh agama, tokoh masyarakat, orang tua, dan seluruh lapisan warga semakin kokoh dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan dan persoalan sosial.
Keamanan bukan semata-mata hasil penegakan hukum, melainkan buah dari kepedulian dan tanggung jawab bersama. Dengan semangat kebersamaan, komunikasi yang terbuka, serta kepedulian terhadap masa depan generasi muda, Kabupaten Aceh Tamiang diharapkan senantiasa menjadi daerah yang aman, damai, kondusif, dan terbebas dari ancaman narkoba maupun berbagai penyakit masyarakat.
SALAM POLISI! POLISI BERSAMA MASYARAKAT!














