Alaku
Alaku
NEWS

Sosok Inspiratif dari Dusun Sejuk yang Bertekad Majukan Desa Seijudo Aceh Timur

57
×

Sosok Inspiratif dari Dusun Sejuk yang Bertekad Majukan Desa Seijudo Aceh Timur

Sebarkan artikel ini
Pak Rahmad dari Dusun Sejuk, Desa Seijudo, Kecamatan Pante Bidari

Psikoday.id | Aceh Timur, 13 Juni 2025 – Di tengah geliat pembangunan desa, sosok Pak Rahmad dari Dusun Sejuk, Desa Seijudo, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, muncul sebagai tokoh masyarakat yang penuh semangat dan cita-cita besar untuk membawa desanya ke arah yang lebih maju dan sejahtera.

Lahir dan besar di Desa Seijudo, Pak Rahmad dikenal sebagai pribadi sederhana namun memiliki visi yang kuat untuk memajukan kampung halamannya. Sejak beberapa tahun terakhir, ia aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan pembangunan, mulai dari memperbaiki jalan dusun secara swadaya, membantu petani meningkatkan hasil panen, hingga menggerakkan pemuda desa agar lebih peduli terhadap lingkungan dan pendidikan.

Example 300x600

“Desa Seijudo punya potensi besar, baik di bidang pertanian maupun pariwisata alam. Tapi semua itu butuh kerja nyata dan gotong royong. Saya hanya ingin anak cucu kita bisa hidup lebih baik di tanah kelahiran sendiri,” ujar Pak Rahmad saat ditemui di kediamannya.

Di tengah keterbatasan desa dan minimnya perhatian dari luar, seorang tokoh masyarakat dari Dusun Sejuk, Desa Seijudo, Kecamatan Pante Bidari, tampil menjadi motor perubahan. Dia adalah Pak Rahmad, sosok sederhana yang kini menjadi harapan baru bagi warga karena upayanya yang luar biasa dalam membangun dan memajukan desa – termasuk keberhasilannya menarik perhatian investor swasta untuk menanamkan modal di Seijudo.

Pak Rahmad, yang selama ini dikenal aktif dalam kegiatan sosial, baru-baru ini menjadi pembicaraan hangat di kalangan masyarakat karena keberhasilannya menjalin kerja sama dengan seorang investor dari Jakarta. Melalui komunikasi yang intens dan presentasi potensi desa, terutama di sektor pertanian dan produk unggulan lokal, Pak Rahmad berhasil meyakinkan pihak luar untuk ikut mendanai pembangunan sentra pengolahan hasil tani dan rencana budidaya komoditas hortikultura di Dusun Sejuk.

“Kami tidak bisa hanya mengandalkan anggaran desa. Kalau ingin maju, harus buka jalan dan bawa pihak luar yang peduli dan mau membangun bersama rakyat. Alhamdulillah, ada yang merespons,” ujar Pak Rahmad saat ditemui di lahan yang kini tengah disiapkan untuk pembangunan rumah produksi hasil tani.

Selain itu, investor tersebut juga berkomitmen mendukung pelatihan keterampilan bagi pemuda desa dan membantu pemasaran produk lokal ke luar daerah. Bagi masyarakat Seijudo, ini adalah angin segar di tengah tantangan ekonomi yang selama ini menjadi penghambat utama kemajuan desa.

Tokoh pemuda Dusun Sejuk, Iskandar, mengatakan bahwa langkah Pak Rahmad membawa investor adalah sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya. “Pak Rahmad bukan sekadar bicara perubahan. Beliau menunjukkan jalan dan bawa hasil nyata. Sekarang kami optimis, desa ini bisa jadi lebih mandiri,” ujarnya.

Rencana besar Pak Rahmad ke depan adalah membentuk koperasi desa agar hubungan dengan investor tetap transparan dan hasil pembangunan bisa dinikmati bersama. Ia berharap partisipasi masyarakat tetap menjadi kunci utama dalam setiap proses.

“Investor itu hanya jembatan. Yang punya desa ini adalah kita sendiri. Jangan tunggu bantuan datang, tapi kita sendiri yang undang dan kelola dengan bijak,” tegasnya.

Dengan langkah nyata dan keberanian membuka akses ke luar, Pak Rahmad kini bukan hanya tokoh desa, tetapi juga simbol perubahan di tengah masyarakat pedesaan. Cita-citanya sederhana: agar generasi muda Desa Seijudo tidak harus pergi jauh untuk mencari penghidupan, karena tanah sendiri bisa menjadi sumber harapan.

Menurut warga sekitar, Pak Rahmad bukan hanya bicara, tapi juga turun langsung ke lapangan. “Kalau ada kerja bakti atau gotong royong, dialah yang pertama datang. Dia bukan pejabat, tapi wibawanya besar karena kepeduliannya,” ujar, salah satu tokoh Dusun Sejuk.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi desa, harapan masyarakat pun tumbuh bersama langkah-langkah kecil namun nyata yang dilakukan oleh Pak Rahmad. Semangatnya menjadi inspirasi bahwa perubahan tidak selalu harus dimulai dari atas, tetapi bisa tumbuh dari bawah — dari seorang warga yang benar-benar peduli pada tanah tempat ia berpijak (dg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *