Alaku
Alaku
Berita utamaEnglishInternasionalPsikologi & Mental HealthTNI - POLRI

Perwira Psikologi TNI Beri Pelatihan Kesehatan Mental bagi Perwira Tanzanian FMPU

1
×

Perwira Psikologi TNI Beri Pelatihan Kesehatan Mental bagi Perwira Tanzanian FMPU

Sebarkan artikel ini

Naqoura, UNIFIL HQ – Untuk meningkatkan kesejahteraan mental para penjaga perdamaian, UNIFIL melalui Mental Health Cell mengadakan Training of Trainer (TOT) bagi perwira dan bintara tinggi Tanzanian Force Military Police Unit (FMPU) pada Kamis, 20 Februari 2025. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman tentang kesehatan mental di kalangan pasukan penjaga perdamaian Tanzania.

Example 300x600

Pelatihan berlangsung di Lounge Room Tanzanian Camp Green Hill, Naqoura UNIFIL HQ, dengan 13 personel Tanzanian FMPU sebagai peserta. Materi TOT berpedoman pada UN Mental Health Strategy dan mencakup pencegahan, perlindungan, promosi kesehatan mental, serta dukungan psikososial. Tujuan utama pelatihan adalah meningkatkan kohesivitas kelompok di daerah misi.

Salah satu pemateri dalam pelatihan ini adalah Mayor Laut (KH) M. C. Bayu Murti, M.Psi., Psikolog, dari Pusat Psikologi TNI yang bertugas sebagai Clinical Psychologist di Medical Section UNIFIL. Materi yang diberikan terkait strategi kesehatan mental bagi perwira serta pentingnya membangun lingkungan kerja yang mendukung kesejahteraan psikologis personel di lapangan. Selain itu, hadir pula Dr. Ljiljana Ivetic, Counselor Staff UNIFIL, yang turut memberikan materi mengenai pendekatan psikososial dalam mendukung kesehatan mental pasukan penjaga perdamaian.

PBB semakin menaruh perhatian pada kesehatan mental, sejalan dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2668 (2022). Resolusi ini menekankan pentingnya layanan kesehatan mental bagi personel penjaga perdamaian dalam tiga fase utama: sebelum, selama, dan setelah penugasan. Deteksi dini stres dan dukungan psikososial berkelanjutan menjadi prioritas, baik selama bertugas maupun setelah kembali ke negara asal.

Pelatihan ini diharapkan dapat membentuk agen perubahan yang mendorong lingkungan kerja lebih sehat. Peserta diharapkan mampu mendukung kesejahteraan mental personel dan memastikan keberhasilan misi perdamaian PBB di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *