PSIKODAY– Dijaman dengan mental dan pikiran yang sudah menjadi Kapitalisme akut ini. Menjaga kesadaran menjadi sangat penting. Menjaga kesadaran untuk tidak ikut dan larut dalam alam Kapitalisme dan Materialisme tentu akan membawanya pada kesendirian. Maka dijaman seperti ini seseorang yang berusaha menjaga kesadarannya, akan menjadi sosok yang aneh. Dia menjadi seperti makhluk alien ditengah lingkungannya sendiri.
Dalam suluk, sang pejalan akan menemui kesepian. Sebab perspektif hidupnya telah keluar dari mainstream. Pandangan matanya, sudah tidak lagi berada pada pandangan sesungguhnya apa yang kamu lihat, bukanlah apa yang kamu lihat. Kehadirannya akan menjadi rasa sakit bagi yang telah sekarat mata hatinya. Dan menjadi pencerahan bagi siapapun yang sedang dalam pencarian.
Kapitalisme adalah ego liar yang terjebak segala bentuk keserakahan. Keserakahan material maupun kekuasaan. Sehingga pergerakan pikiran dan tindakan seseorang yang sudah masuk jebakan sifat itu, akan selalu berbuat anomali dalam hal apapun. Jika dia seorang pejabat atau pengambil kebijakan, maka dia akan membuat aturan yang menguntungkan dirinya atau kelompoknya. Jika itu seorang awam, maka dia melihat semua yang dia lakukan harus berdasar nilai materi atau asosial.
Materialisme dalam konteks struktur berpikir. Dia hanya akan melihat apa yang dia lihat. Kemampuannya dalam membaca makna dan hikmah telah hilang. Segala sesuatu ditentukan oleh logika dan rasionalitas ansich. Tak ada lagi dimensi lain dalam kehidupan pikiran materialisme. Postmodern, sejatinya telah mengajak keluar dari pikiran materialisme (modern), lalu diteruskan oleh perenialisme yang menjadikan pemikiran tak lagi dalam kungkungan modernisme atau materialisme.
Para leluhur dan sesepuh kita, dulu telah melampaui semua itu. Sehingga masyarakat saat itu telah menemukan hakikat ketentraman, kedamaian dan keindahan. Saat ini, dalam era yang disebut global masyarakat dengan gegap gempita saling menikam demi mendapatkan kekayaan dan kekuasaan. Tak peduli lagi terhadap teman, sahabat bahkan terhadap saudara sekalipun. Masyarakat kita saat ini, pelan namun pasti menuju pada entitas yang tak lagi bisa disebut sebagai human. Mereka adalah massa dan robot bernyawa. Sebab telah kehilangan empati dan nurani sebagai pembeda antara manusia dengan makhluk lainnya.
Agustus 2025
*Nashir Ngeblues*














