Alaku
Alaku
Berita utamaOlahraga & Kesehatan

Mengenal Peran Penting Organ Epididimis Bagi Kesuburan Pria

35
×

Mengenal Peran Penting Organ Epididimis Bagi Kesuburan Pria

Sebarkan artikel ini

Oleh : dr. Nur Huda S.K.
A. Apakah Organ Epididimis itu?
Epididimis merupakan saluran yang kompleks dan berkelok-kelok yang menghubungkan duktus eferen dari testis dengan vas deferens. Pada pria dewasa, panjang epididimis diperkirakan mencapai 5–7 meter.
Epididimis berfungsi sebagai tempat pematangan spermatozoa melalui proses kompleks yang menghasilkan perubahan biokimia, fisiologis, dan fungsional. Ratusan jenis protein dihasilkan di dalam saluran epididimis. Konsentrasi protein di segmen awal epididimis berkisar antara 2–4 mg/ml, mencapai puncaknya di bagian kaput (kepala) distal (bawah) sebesar 50–60 mg/ml, dan kemudian menurun menjadi 20–30 mg/ml di bagian yang lebih distal (bawah). Hal ini menyebabkan konsentrasi sperma di kauda (ekor) epididimis jauh lebih tinggi dibandingkan dengan di kaput (kepala) epididimis. Epididimis membentuk lingkungan khusus tempat spermatozoa yang belum matang mengalami berbagai modifikasi hingga akhirnya menjadi sperma yang matang dan mampu membuahi sel telur.
Sumber : my.clevelandclinic.org
Sumber : my.clevelandclinic.org

B. Apa saja komponen/bagian Epididimis ?
Secara anatomi, epididimis dibagi menjadi tiga bagian: kaput (kepala), korpus (badan), dan kauda (ekor). Kaput epididimis merupakan bagian yang paling aktif secara metabolik, karena sel-selnya menghasilkan hingga 80% protein yang ditemukan dalam saluran epididimis.
Kauda epididimis berperan sebagai tempat penyimpanan sperma yang telah matang, yang dipertahankan dalam keadaan tidak aktif. Aktivitas metabolik sperma meningkat 3 hingga 5 kali lipat setelah ejakulasi.
Epididimis tersusun dari epitel pseudostratifikasi yang terdiri dari sel utama (principal cells), sel jernih (clear cells), sel sempit (narrow cells), dan sel basal, yang bersama-sama membentuk barier darah–epididimis. Sel sempit dan sel jernih menghasilkan pompa proton vakuolar V-ATPase, yang penting untuk pengasaman saluran epididimis. Sel basal berada di dasar epitel di semua bagian epididimis (kaput, korpus, dan kauda), dan diyakini berperan dalam melindungi epididimis dari radikal bebas oksigen (ROS).
Sel utama berfungsi dalam transportasi transepitelial air, zat terlarut, dan ion, serta menghasilkan protein. Bersama dengan sel jernih, mereka juga melepaskan epididimosom, yang berperan penting dalam pematangan sperma setelah keluar dari testis.
Sumber : https://www.kenhub.com/
Sumber : https://www.kenhub.com

Example 300x600

C. Perjalananan Sperma di Saluran Epididimis
Spermatozoa diproduksi di tubulus seminiferus dalam testis melalui proses diferensiasi yang kompleks dan sangat teratur, yang dikenal sebagai spermatogenesis. Sperma yang dihasilkan di testis ini belum berfungsi dan tidak memiliki kemampuan untuk membuahi sel telur secara alami.
Selanjutnya, spermatozoa bermigrasi melalui epididimis selama kurang lebih 2–4 hari. Namun, pada beberapa kasus, sperma bisa memerlukan waktu hingga 12 hari, atau hanya 1 hari saja, tergantung pada rasio antara cadangan sperma di epididimis dan produksi sperma di testis.
Di dalam epididimis, sperma mengalami peningkatan konsentrasi dari sekitar 10⁸ sperma/ml dalam cairan rete testis menjadi 10⁹/ml di kauda epididimis. Motilitas sperma mengalami peningkatan dengan bantuan glikolisis dan epididimoson. Sperma juga mengalami perubahan bentuk menjadi sempurna dan mendapatkan antioksidan yang dibutuhkan untuk menangkal radikal bebas yang dapat mengganggu fungsi sperma.
Setelah mengalami pematangan, sperma disimpan di kauda epididimis dalam keadaan tidak aktif hingga terjadi ejakulasi. Meskipun lumen kauda epididimis mampu mempertahankan viabilitas dan potensi fertilisasi sperma dalam konsentrasi tinggi hingga 7–8 minggu setelah ejakulasi terakhir, periode penyimpanan optimal adalah sekitar 3–4 hari. Karena kapasitas penyimpanan kauda yang relatif terbatas akibat diferensiasi yang kurang, penurunan kualitas semen mulai terlihat setelah 10 hari pantang ejakulasi.
D. Kesimpulan
Epididimis memiliki tiga fungsi utama, yaitu pematangan, transportasi, dan penyimpanan spermatozoa, yang seluruhnya diatur oleh faktor neurologis, hormonal, dan termal (suhu). Pengendalian neurologis mengatur gerakan peristaltik yang mendorong spermatozoa melalui saluran epididimis. Secara hormonal, konsentrasi testosteron di dalam epididimis jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kadar dalam serum. Hormon lain, yaitu dihidrotestosteron (DHT), memainkan peran penting dalam menjaga struktur epididimis dan mendukung fungsinya dalam pematangan dan penyimpanan sperma. Seperti testosteron, kadar DHT juga tinggi di dalam epididimis akibat tingginya ekspresi enzim 5α-reduktase.
Perubahan paling drastis yang memengaruhi spermatozoa terjadi di epididimis; oleh sebab itu, penting untuk mengakui bahwa proses pematangan ini merupakan kontributor signifikan terhadap kesuburan pria. Setiap gangguan atau penurunan fungsi epididimis dapat menjadi faktor utama dalam mempengaruhi kesuburan pria.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *