Alaku
Alaku
Entertainment & SeniKampusNasionalNEWSPsikologi & Mental HealthTokoh/Profil

Lebih Dekat dengan Runner Up Miss Inspiratif Campus 2026

32
×

Lebih Dekat dengan Runner Up Miss Inspiratif Campus 2026

Sebarkan artikel ini
Miss Inspiration 2026, Wisnu Wardhana Malang

PSIKODAY.COM, Malang – Malam puncak penganugerahan ajang Nasional INSPIRATIF ICON 2026 yang diinisiasi oleh PT.LARI (Laressa Rafflesia International) – Psikoday (Today Group) berkolaborasi dengan berbagai lembaga antara lain RD Production dan Yayasan Arunika, Perusahaan, Komunitas, Media dan Pemerintah Daerah sukses diselenggarakan di Mall Malang City Point (MCP) (13/9/2026).

Founder Inspiratif Icon, Ade Laressa, S. Psi, M. Psi, Psikolog menyerahkan Piala RU 1 Miss Inspiratif CAMPUS 2026 kepada Lia Kusumawardani.

Mengusung visi besar “Membangun Generasi Inspiratif Menuju Indonesia Emas 2045”, kategori Miss Inspiratif Icon Campus tahun ini berfokus penuh pada penilaian kapasitas akademik, rekam jejak organisasi, serta kontribusi sosial dari para mahasiswa di Indonesia.

Example 300x600

Perhelatan yang bertepatan dengan momen Hari Anak Nasional, HUT RI ke-81 dan HUT Kak Seto ke-75 ini juga dirangkaikan dengan seminar nasional “Indonesia Mental Health Summit” (IMHS) 2026 untuk membedah isu kesehatan mental di era digital.

Nia Kusumawardani RU-2 Miss Inspiratif CAMPUS 2026 saat mempresentasikan diri.
Nia Kusumawardani RU-2 Miss Inspiratif CAMPUS 2026 saat mempresentasikan diri.

Melalui proses penilaian dari jajaran dewan juri, perwakilan dari Universitas Wisnuwardhana (Unidha) Malang, akhirnya berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan membawa pulang trofi Runner Up 1 dan Runner Up 2 Miss Inspiratif Icon Campus 2026.

Gelar Runner Up 1 berhasil diamankan oleh Lia Kusumawardani, mahasiswi berprestasi yang mewakili Universitas Wisnuwardhana Malang. Di lingkungan internal kampus, ia memiliki rekam jejak yang solid di dunia keorganisasian dengan pernah mengemban amanah besar sebagai Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) untuk periode 2025–2026.

Tidak hanya aktif dirumpun eksekutif mahasiswa, ia juga meluangkan waktunya untuk bergabung sebagai anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korps Sukarela (KSR) dan PMI Kota Malang serta aktif terlibat dalam berbagai kegiatan di Lembaga Terapan Psikologi Unidha.

Sementara di luar ranah akademik kampus, ia secara produktif memanfaatkan keilmuannya untuk mengedukasi masyarakat luas dengan konsisten menulis berbagai artikel ulasan seputar dinamika ilmu Psikologi melalui platform Kompasiana.

Prestasi yang tidak kalah menginspirasi juga ditunjukkan oleh Nia Kusumawardani dari universitas yang sama yang sukses menyabet posisi Runner Up 2 Miss Inspiratif CAMPUS 2026. Di lingkungan universitasnya, ia tercatat memiliki portofolio aktivitas sosial, termasuk mengemban posisi sebagai Sekretaris UKM Olahraga serta aktif sebagai Asisten Laboratorium Psikologi.

Keaktifannya juga mencakup bidang penyiaran dan media internal kampus, di mana ia dipercaya menjadi Kepala Produser sekaligus memegang peran penting sebagai host dan teknisi pada program Insomnia Podcast.

Disamping keterlibatannya di Lembaga Terapan Psikologi, ia juga kontribusi sebagai volunteer media dengan posisi co-editor di UKM E-sport, menjadi kakak pendamping dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), hingga terlibat langsung di tingkat regional sebagai volunteer dalam peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang diadakan oleh Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) pada Oktober tahun lalu.

Keberhasilan para mahasiswi ini dinilai mampu memperkuat Gerakan Generasi Inspiratif Indonesia yang digagas oleh Founder Psikoday, Ade Laressa, S.Psi., M.Psi. Psikolog, bersama tokoh anak nasional, Prof. Dr.Seto Mulyadi, S.Psi., M.Si, Psikolog (Kak Seto).

Langkah taktis dan rekam jejak nyata yang ditunjukkan oleh para pemenang ini juga mendapat respons positif serta apresiasi tinggi dari Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Muhamad Sailendra, ST., MM., yang hadir mewakili Pemerintah Kota Malang.

Pihaknya menegaskan bahwa ruang ekspresi inklusif yang melahirkan figur muda dengan kepekaan sosial serta kapasitas kepemimpinan yang kuat seperti ini sangat krusial dalam mendukung pembangunan karakter generasi muda demi mempersiapkan SDM unggul masa depan menuju Indonesia Emas 2045. (Lia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *