Alaku
Alaku
TNI - POLRI

Kapolres Aceh Tamiang Hadiri Pengukuhan PETA 2026–2031, Perkuat Sinergi Kebangsaan dan Pemulihan Pascabencana

5
×

Kapolres Aceh Tamiang Hadiri Pengukuhan PETA 2026–2031, Perkuat Sinergi Kebangsaan dan Pemulihan Pascabencana

Sebarkan artikel ini

PSIKODAY.COM – Aceh Tamiang | Kapolres Aceh Tamiang AKBP Robby Ansyari, S.I.K., M.H., menghadiri pelantikan dan pengukuhan kepengurusan Pembela Tanah Air (PETA) Kabupaten Aceh Tamiang periode 2026–2031 di Coffee Teko, Jalan Medan–Banda Aceh, Kecamatan Karang Baru, Kamis (29/10/2026). Momentum ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat semangat kebangsaan, merawat persatuan, serta membangun kolaborasi lintas sektor untuk mendukung keamanan dan pemulihan daerah pascabencana.

Kehadiran Kapolres Aceh Tamiang dalam kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut mencerminkan pentingnya sinergi antara Polri, pemerintah daerah, TNI, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Example 300x600

Penguatan kolaborasi tersebut dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, harmonis, dan kondusif, sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan Kabupaten Aceh Tamiang.

Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Fahmi, M.H., Dandim 0117/Aceh Tamiang Letkol Arm. Raden Subhi Fitra Jaya, S.Sos., M.M., Kajari Aceh Tamiang Dr. Yudhi Syufriadi, S.H., M.H., para inisiator dan pendiri Front PETA Aceh, Ketua Front PETA Aceh T. Sukandi, serta calon pengurus Front PETA Kabupaten Aceh Tamiang periode 2026–2031.

Rangkaian acara berlangsung khidmat, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, sambutan ketua panitia, dan doa. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pembacaan surat keputusan kepengurusan, pembacaan naskah pelantikan dan janji organisasi, penyerahan panji pataka dari Front PETA Aceh kepada Front PETA Aceh Tamiang, serta penandatanganan naskah pelantikan dan janji organisasi.

PETA Diharapkan Menjadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

Dalam sambutannya, Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Fahmi, M.H., selaku pelindung, berharap PETA mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat wawasan kebangsaan, menjaga persatuan dan kesatuan, serta mendukung terciptanya ketenteraman dan ketertiban umum di tengah masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan organisasi kemasyarakatan dalam mendukung pemulihan pascabencana. Kolaborasi bersama pemerintah daerah, TNI, dan Polri diharapkan dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap masyarakat terdampak, kegiatan sosial, serta dukungan terhadap pembangunan daerah.

Peran tersebut diharapkan dijalankan secara konstruktif dengan tetap berpedoman pada hukum, menghormati norma yang berlaku, serta mengedepankan kepentingan masyarakat luas.

Muhammad Deni Pimpin PETA Aceh Tamiang Periode 2026–2031

Kepengurusan Front PETA Kabupaten Aceh Tamiang periode 2026–2031 ditetapkan melalui Surat Keputusan Nomor: Kep.No/003/PETA/SK/VIII/2026.

Muhammad Deni dipercaya sebagai ketua, didampingi Muhammad Ihsan sebagai Wakil Ketua I, Tarmizi sebagai Wakil Ketua II, dan Zukarnain sebagai Wakil Ketua III.

Struktur organisasi turut diperkuat unsur sekretariat, bendahara, serta sejumlah bidang strategis, meliputi Ideologi Pancasila dan Kebangsaan, Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata), Media dan Informasi, Penguatan Ekonomi dan UMKM, serta Mental Spiritual.

Dengan terbentuknya kepengurusan baru tersebut, PETA diharapkan mampu menghadirkan program kerja yang produktif, memperkuat nasionalisme, serta membangun kemitraan yang sehat dan berkelanjutan dengan berbagai pemangku kepentingan.

Polri Perkuat Kemitraan dengan Seluruh Elemen Masyarakat

Bagi Polres Aceh Tamiang, kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan merupakan bagian penting dari upaya membangun komunikasi, memperkuat kepedulian sosial, dan menjaga situasi kamtibmas tetap aman serta kondusif.

Sinergi yang terbangun diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut dalam aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat, mulai dari menjaga kerukunan, mencegah potensi gangguan keamanan, hingga mendukung pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi pascabencana.

Melalui kerja sama yang solid antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, berbagai tantangan pembangunan dan pemulihan daerah diharapkan dapat dihadapi secara bersama-sama dengan mengedepankan semangat persatuan, gotong royong, dan kepatuhan terhadap hukum.

Kegiatan pelantikan dan pengukuhan berakhir sekitar pukul 11.40 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.

Polres Aceh Tamiang berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh lapisan masyarakat guna menjaga stabilitas kamtibmas serta mewujudkan Kabupaten Aceh Tamiang yang aman, harmonis, dan kondusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *