Alaku
Alaku
Berita utamaDaerahHimpsiPsikologi & Mental HealthTNI - POLRI

Dispsial Dorong Implementasi Psikologi Khas Kejogjaan di Kampus Yogyakarta

22
×

Dispsial Dorong Implementasi Psikologi Khas Kejogjaan di Kampus Yogyakarta

Sebarkan artikel ini

Yogyakarta, 15 Juni 2026 – Dinas Psikologi TNI Angkatan Laut (Dispsial) untuk Kawedanan Kaprajuritan Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat menjajaki kolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi di Yogyakarta guna mengintegrasikan nilai-nilai dan filosofi Kraton Yogyakarta dalam pembinaan karakter mahasiswa.

Upaya tersebut mengemuka dalam audiensi dan diskusi yang digelar Tim Dispsial bersama Sekolah Tinggi Maritim Yogyakarta (STIMARYO) dan Universitas AKPRIND Indonesia pada Senin (15/6). Tim Dispsial dipimpin oleh Mayor Laut (KH) M. C. Bayu Murti, M.Psi., Psikolog, yang menginisiasi penerapan konsep Psikologi Khas Kejogjaan sebagai bagian dari penguatan karakter generasi muda.

Example 300x600

Konsep tersebut mengacu pada Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ) yang dikembangkan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta untuk membentuk generasi muda yang unggul secara intelektual, matang secara batin, serta luhur dalam perilaku sesuai cita-cita mewujudkan Jalma Kang Utama.

Mayor Bayu menjelaskan bahwa internalisasi nilai-nilai budaya Yogyakarta dapat dilakukan melalui berbagai program, seperti pelatihan, seminar, psikoedukasi, hingga kegiatan pembinaan karakter lainnya. “Nilai-nilai dan filosofi Kraton Yogyakarta perlu terus ditanamkan kepada generasi muda agar mereka tetap memiliki jati diri di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang berlangsung sangat cepat,” ujarnya.

Selain membahas penguatan karakter mahasiswa, diskusi juga berkembang pada rencana pembentukan wadah pelestarian budaya di lingkungan kampus. Di STIMARYO, muncul gagasan pembentukan Unit Bregada Taruna, sementara di Universitas AKPRIND Indonesia direncanakan pembentukan Unit Kegiatan Bregada Mahasiswa.

Ketua STIMARYO, Dr. Wegig Pratama, M.Pd., bersama jajaran kampus menyambut positif rencana kolaborasi tersebut. Pertemuan menghasilkan kesepakatan awal untuk mengembangkan berbagai kegiatan berbasis Psikologi Khas Kejogjaan sekaligus mengkaji pembentukan Unit Bregada Taruna sebagai sarana pembinaan karakter dan pelestarian budaya.

Sementara itu, Rektor Universitas AKPRIND Indonesia, Dr. Edhy Sutanta, S.T., M.Kom., beserta jajaran menyambut baik rencana tersebut dan berencana mengintegrasikan konsep Psikologi Khas Kejogjaan ke dalam berbagai kegiatan akademik dan kemahasiswaan, termasuk penerimaan mahasiswa baru, kuliah umum, seminar, serta program orientasi mahasiswa. Pembentukan Unit Kegiatan Bregada Mahasiswa juga menjadi salah satu agenda yang dibahas. Unit tersebut direncanakan berada dalam rumpun kegiatan kewiraan dengan fokus pada penguatan karakter, adab, dan perilaku mahasiswa.

Kolaborasi antara Dispsial dan perguruan tinggi di Yogyakarta ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat karakter generasi muda melalui pendekatan psikologi yang berakar pada nilai-nilai budaya lokal. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga karakter yang kuat serta identitas budaya yang kokoh sebagai bagian dari jati diri bangsa.

Kepala Dinas Psikologi TNI Angkatan Laut, Laksamana Pertama TNI Wisnu Agung Priambodo, M.M., M.Phil., menegaskan bahwa upaya pembangunan karakter generasi muda selaras dengan jati diri Indonesia sebagai negara kepulauan dan bangsa maritim. Menurutnya, kekuatan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kemampuan fisik dan kekayaan sumber daya alam, tetapi juga oleh ketangguhan karakter serta kesiapan mental sumber daya manusianya.

Kontribusi Tim Dispsial dalam berbagai kegiatan kolaboratif di Yogyakarta tersebut menjadi bagian dari upaya membangun karakter generasi muda melalui pendekatan psikologi yang menekankan penguatan nasionalisme, patriotisme, serta wawasan kebangsaan maritim. Melalui sinergi lintas institusi yang terjalin, nilai-nilai dan filosofi luhur Kraton Yogyakarta diharapkan mampu menjadi fondasi dalam mencetak generasi yang berintegritas, berkarakter, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *