Psikoday.id | Pengajian akbar dan pagelaran wayang kulit. Dalam Islam di Indonesia berkembang pesat bukan hanya karena kekuatan ajaran tauhid, tetapi juga karena kemampuannya yang luar biasa dalam beradaptasi dengan budaya lokal. Salah satu bentuk akulturasi paling indah adalah wayang kulit, seni pertunjukan yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jawa. Di tangan bijak Sunan Kalijaga, wayang kulit dijadikan media dakwah yang lembut dan menyentuh, mengajak tanpa mengejek, menyayangi tanpa menghakimi, serta menghadirkan wajah Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
Spirit inilah yang ingin dihadirkan oleh keluarga besar Bapak Haji Aziz Ramli dalam menyemarakkan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat dan keberkahan yang telah diterima. Wujud syukur tersebut diimplementasikan melalui penyelenggaraan Pengajian Akbar serta Pagelaran Wayang Kulit, yang terbuka untuk masyarakat luas, anak-anak yatim, dan para dhuafa.
Acara ini bukan hanya menjadi perayaan, melainkan juga momentum untuk berbagi, menyentuh hati, dan memperkuat silaturahmi. Sebab dalam setiap peristiwa yang kita hadapi—baik suka maupun duka—selalu ada hikmah yang bisa kita petik.
Mari kita terus belajar untuk bersyukur saat menerima nikmat, dan tetap bersabar saat menghadapi ujian. Karena dalam syukur dan sabar, terdapat jalan menuju ridha-Nya.
Desa Suruhan Kidul, Tulungagung – 14 Desember 2024
Bersama: Ustadzah Tan Mei Hwa & Ki Dalang Akbar
Dalam rangka Tasyakuran Keluarga Besar Bapak Haji Aziz Ramli
(DG)
















