PSIKODAY.com, Malang – Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), berhasil membuktikan bahwa mahasiswa dapat sukses menyeimbangkan dunia akademik dan karier profesional. Ia resmi dikukuhkan sebagai Wisudawan Berprestasi dalam prosesi wisuda ke-123 UMM yang berlangsung di Hall Dome UMM, pada 1 Oktober lalu.
Brili sapaan akrabnya bukanlah lulusan biasa. Di usianya yang baru menginjak 23 tahun, ia telah menjadi seorang konten kreator yang mampu membiayai seluruh kebutuhan hidup hingga Uang Kuliah Tunggal (UKT) secara mandiri. Merintis kariernya benar-benar dari nol pengikut, kini ia telah memiliki lebih dari 77 ribu pengikut di TikTok dan 48,7 ribu di Instagram. Kontennya bahkan pernah menembus rekor 13 juta tayangan dalam kurun waktu satu bulan.
Pada awalnya, orang tuanya sempat ragu karena profesi ini dinilai kurang menjanjikan dan tidak memiliki jaminan dana pensiun. “Setelah aku buktikan, mereka akhirnya bangga. Kalau dulu aku tiap bulan minta uang ke papa untuk bayar UKT, kos, dan makan, sekarang sudah tidak pernah. Malah aku yang bisa mentraktir orang tua dan adik-adikku dari hasil kreator ini,” ungkapnya.
Wanita yang diterima di UMM melalui Jalur Prestasi ini mengaku kemampuannya semakin terasah saat kuliah. Ia memutuskan bergabung dengan Digital Team UMM setelah terinspirasi oleh video almarhum Ghozi di TikTok. Di wadah ini, ia dibina oleh para pakar lewat berbagai workshop agar tidak sekadar asal membuat konten, melainkan mampu membangun personal branding.
Ilmu Psikologi yang dipelajarinya pun sangat mendukung kariernya. Berliani sangat mengapresiasi sistem praktikum di UMM yang mengharuskannya turun langsung ke lapangan untuk mencari klien, bukan sekadar belajar teori di dalam kelas.
Perhatian dari dosen yang menyadari potensinya di media sosial juga membuahkan hasil manis. Ia diajak untuk mengikuti kompetisi hingga akhirnya berhasil menyabet Juara 3 Nasional Lomba Video Promosi Kesehatan Mental APSI-PTMA lewat karya “Terbunuh Stigma”, serta Juara 1 Psy-Vlog KIMPSI II.
Walau sibuk menjadi konten kreator yang menangani klien UMKM hingga jenama internasional, Berliani tetap aktif berorganisasi. Ia pernah menjadi Eksekutif Muda BEM Psikologi UMM, anggota UKM IKABAMA, hingga magang di Poli Psikologi RSUD Syarifah Ambami Rato Ebhu selama tiga bulan. Struggle terberatnya hanyalah soal manajemen waktu antara kuliah, organisasi, dan pekerjaan.
“Pesan untuk teman-teman mahasiswa, jangan cuma fokus di satu bidang. Explore dan lampaui batas diri kalian. Percaya deh, di UMM itu tidak ada prestasi yang tidak dihargai, baik akademis maupun non-akademis,” pungkasnya.(umm-saf)














