Alaku
Alaku
NEWS

HIMPSI Angkat Isu Kepemimpinan Perempuan dalam Seminar Nasional, Perkenalkan Buku tentang Kesehatan Mental Peacekeeper

16
×

HIMPSI Angkat Isu Kepemimpinan Perempuan dalam Seminar Nasional, Perkenalkan Buku tentang Kesehatan Mental Peacekeeper

Sebarkan artikel ini

YOGYAKARTA – Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Seminar Nasional bertema “Kepemimpinan Wanita di Era Disrupsi: Resiliensi, Budaya, dan Perdamaian Dunia” di Gedung DPD RI DIY, Jumat (24/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda ilmiah dalam rangka menyambut Kongres XV HIMPSI yang dijadwalkan berlangsung pada 16–18 Oktober 2026.

Seminar menghadirkan sejumlah pakar dan praktisi dari berbagai bidang untuk mendiskusikan tantangan kepemimpinan perempuan di tengah perubahan global yang semakin dinamis. Dari tujuh sesi yang disiapkan panitia, tiga berlangsung secara luring, sementara empat sesi berikutnya dilaksanakan secara daring pada Sabtu (25/7/2026). Melalui forum ini, HIMPSI ingin memperkuat peran strategis perempuan sebagai pemimpin yang mampu membangun resiliensi, menjaga nilai budaya, dan berkontribusi dalam mewujudkan perdamaian.

Example 300x600

Sekretaris HIMPSI DIY, Rahmi Diana, menyampaikan bahwa tema kepemimpinan perempuan dipilih karena memiliki relevansi kuat dengan karakter masyarakat Yogyakarta. Menurutnya, keberadaan GKR Hemas sebagai tokoh perempuan nasional menjadi representasi kepemimpinan yang mengedepankan keteladanan, kebijaksanaan, dan kepedulian terhadap masyarakat. Meskipun tidak dapat hadir, GKR Hemas memberikan apresiasi dan dukungan terhadap pelaksanaan seminar tersebut.

Selain seminar, kegiatan ini juga menjadi momentum peluncuran buku Kesehatan Mental Wanita Penjaga Perdamaian Dunia yang diterbitkan melalui kolaborasi HIMPSI, Dinas Psikologi TNI Angkatan Laut (Dispsial), dan Graha Ilmu. Buku tersebut merupakan karya Letkol Laut (KH/W) Dr. Dewi Nurnindyah, S.Psi., M.Si., Psikolog., bersama Mayor Laut (KH) M. C. Bayu Murti, M.Psi., Psikolog., yang memiliki pengalaman memberikan layanan psikologi dalam misi penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Soft launching buku kesehatan mental wanita penjaga perdamaian dunia, kolaborasi antara Dispsial, Himpsi DIY, dan penerbit Graha Ilmu.

Melalui buku ini, kedua penulis menguraikan berbagai dinamika psikologis yang dialami personel penjaga perdamaian, khususnya perempuan, selama menjalankan tugas di daerah konflik. Pembahasan mencakup tantangan adaptasi terhadap lingkungan operasi, tekanan emosional selama penugasan, hingga pentingnya sistem dukungan psikologis untuk menjaga kesiapan personel dalam menjalankan misi kemanusiaan.

Rahmi Diana menilai buku tersebut menjadi kontribusi penting bagi pengembangan literatur psikologi di Indonesia karena menghadirkan pengalaman empiris yang masih relatif jarang terdokumentasikan. Ia berharap publik semakin memahami bahwa kesehatan mental merupakan faktor yang tidak terpisahkan dari keberhasilan pelaksanaan misi perdamaian internasional maupun tugas-tugas kemanusiaan lainnya.

Dalam sambutan Kepala Dinas Psikologi TNI Angkatan Laut yang dibacakan oleh Letkol Laut (KH/W) Dr. Dewi Nurnindyah disampaikan bahwa perubahan lingkungan strategis global menuntut hadirnya model kepemimpinan yang lebih adaptif, humanis, dan mampu menjaga ketahanan psikologis organisasi. Menurutnya, seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki kemampuan manajerial, tetapi juga harus mampu mengambil keputusan secara tepat, membangun resiliensi tim, serta menumbuhkan budaya kerja yang sehat dan saling mendukung.

Dispsial menegaskan bahwa perhatian terhadap aspek psikologis personel merupakan bagian penting dalam membangun organisasi yang profesional dan siap menghadapi berbagai bentuk disrupsi. Lingkungan kerja yang sehat secara psikologis diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan individu sekaligus memperkuat efektivitas organisasi dalam menjalankan tugas.

Melalui penyelenggaraan seminar nasional ini, HIMPSI berharap lahir berbagai gagasan baru yang dapat memperkaya pengembangan kepemimpinan perempuan di Indonesia serta memperluas kontribusi ilmu psikologi dalam mendukung pembangunan masyarakat yang tangguh, inklusif, dan berorientasi pada perdamaian.

Seminar nasional tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan menuju Kongres XV HIMPSI yang diselenggarakan setiap empat tahun. Sebagai tuan rumah kongres tahun 2026, HIMPSI DIY telah menginisiasi berbagai kegiatan akademik dan pengabdian kepada masyarakat sejak tahun sebelumnya sebagai bagian dari upaya memperkuat peran psikologi dalam menjawab tantangan bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *