Alaku
Alaku
Berita utama

Lautan Takbir: Ribuan Jamaah Aswaliyah Aceh Tamiang Padati Sabang untuk Zikir Akbar

7
×

Lautan Takbir: Ribuan Jamaah Aswaliyah Aceh Tamiang Padati Sabang untuk Zikir Akbar

Sebarkan artikel ini
Exif_JPEG_420

Aceh Tamiang,PSIKODAY.COM – Lautan putih memadati pelabuhan. Ribuan jamaah Majelis Zikir Aswaliyah Kabupaten Aceh Tamiang kompak bertolak ke Sabang dalam rombongan akbar. Tujuan: menunaikan zikir massal di Kota Kilometer Nol Indonesia. Suara takbir dan salawat menggema sejak keberangkatan, Kamis 25.06.2026.

Keberangkatan dilepas langsung oleh Pimpinan Zikir Aswaliyah Ustaz Drs. H. Buyung Arifin, MBA, MM. dari Pelabuhan Kuala Simpang. Total bus dan kapal laut disiapkan panitia untuk mengangkut sekitar 30 kurang lebih mobil haies jamaah dari 12 kecamatan se-Aceh Tamiang.

Example 300x600

“Ini bukan sekadar wisata religi. Kami ingin meneguhkan ukhuwah Islamiyah, mendoakan Aceh Tamiang, dan merasakan keberkahan di ujung barat Indonesia,” ujar Ustaz Drs. H. Buyung Arifin, MBA, MM.di sela pelepasan.

Sesampainya di Sabang, jamaah langsung bergerak ke Tugu Kilometer Nol. Di bawah terik matahari dan semilir angin laut, ribuan jamaah bersaf-saf menggelar zikir, tahmid, dan doa bersama. Tangis haru pecah saat lantunan “Laa ilaaha illallah” menggema berlapis-lapis.

“Merinding rasanya. Zikir bareng ribuan saudara di Sabang, rasanya dekat banget sama Allah,” kata Jamaah salasiah.warga desa bandar Khalifah dusun Sidodadi kecamatan Tamiang hulu.yang ikut rombongan .

Panitia juga menyediakan layanan kesehatan, konsumsi, dan tim keamanan untuk memastikan jamaah nyaman selama kegiatan. keberangkatan hingga pelabuhan.

Wakil Bupati Aceh Tamiang mengapresiasi kekompakan jamaah. “Pemkab bangga. Ini bukti masyarakat Aceh Tamiang religius, kompak, dan cinta ulama. Kegiatan seperti ini harus terus kita dukung karena memperkuat iman dan persatuan,” tegasnya

Kegiatan zikir massal Aswaliyah ke Sabang sudah jadi agenda tahunan. Selain ibadah, jamaah juga diajak ziarah ke makam Syiah Kuala dan menikmati keindahan Pulau Weh. Rombongan dijadwalkan kembali ke Aceh Tamiang dengan membawa energi spiritual baru

“Dari Sabang kami bawa doa, pulang kami bawa semangat membangun Aceh Tamiang yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” tutup pimpinan majelis.**(Erlina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *