PSIKODAY – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia (World Mental Health Day), berbagai lembaga psikologi di Indonesia kembali menggelar kegiatan internasional bertajuk “Indonesia Mental Health Summit 2024”. Acara ini berlangsung pada Minggu, 27 Oktober 2024, di Sarinah Mall Malang dan juga tersedia secara daring melalui Zoom Meeting.
Kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi bersama untuk menumbuhkan kepedulian terhadap pentingnya kesehatan mental di tengah tekanan sosial serta perkembangan digital yang kian cepat. Melalui forum diskusi berskala global ini, para pakar dari berbagai negara berbagi pandangan dan pengalaman tentang cara menjaga keseimbangan mental serta emosional di masyarakat modern.
Salah satu pembicara utama, Prof. Dr. Seto Mulyadi, M.Si., Psikolog atau yang akrab disapa Kak Seto, menyampaikan bahwa lingkungan keluarga dan pendidikan berperan besar dalam membentuk ketahanan psikologis anak dan remaja di era penuh tantangan ini.
Selain Kak Seto, tokoh internasional seperti Janis Svartseten (Kepala Konselor Alarm Parent Organisation, Norwegia) dan Letisia S. Wardhani, S.Psi., praktisi psikologi di Notodden Barnehage, Norwegia, turut berbagi wawasan mengenai kesehatan mental lintas budaya.
Dari Indonesia, sejumlah pakar ikut memperkaya diskusi, di antaranya Dr. Sita Asiharyanti, M.Psi., Psikolog (Ketua Asosiasi Muslim Pengusaha Indonesia Jatim sekaligus pendiri Lovology Institute), Ade Laressa, S.Psi., M.Psi., Psikolog (CEO Psikoday dan Sekretaris Keluarga Bumi Raflesia), serta Syarfatul Hasanah, S.Si., M.Biomed., Ph.D dari Universitas Gadjah Mada yang juga menjabat sebagai Ketua IMHPSID Jepang.
Acara ini dipandu oleh jurnalis senior sekaligus Pemimpin Redaksi Psikoday.id, Rudi Syahwani, yang mengarahkan jalannya diskusi secara interaktif dan inspiratif bagi seluruh peserta.
Sebagai bagian tambahan, panitia menyelenggarakan Workshop Tes Davido-CHaD bersama Dr. Roseline D. Davido, Ph.D., D.C.LIN.Psy, psikolog asal Prancis dan penggagas metode Tes Davido. Workshop ini berlangsung di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Malang.
Selain menghadirkan ruang edukasi dan dialog, panitia membuka kesempatan donasi yang akan disalurkan melalui Yayasan Kesehatan Mental Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan layanan kesehatan jiwa di tanah air.
Berbagai komunitas psikologi, lembaga pendidikan, dan media nasional memberikan dukungan untuk kegiatan ini. Melalui sinergi tersebut, para penyelenggara berharap masyarakat semakin memahami bahwa kesehatan mental adalah pondasi utama bagi kehidupan yang harmonis, produktif, dan bermakna.
















