Psikoday.id | Kaur – Bengkulu. Halal Bihalal (PWK) Se-Nusantara di Pantai Pinang Tawar, Kabupaten Kaur, semakin berkesan dengan kehadiran pertunjukan Tari Diwe Sembilan, tarian tradisional khas yang sarat makna filosofis.
Gelaran seni budaya ini menjadi puncak acara silaturahmi yang dihadiri ratusan peserta dan masyarakat dari berbagai daerah, termasuk Wakil Bupati Kaur, Bapak Abdul Hamid S.PD.I, serta tokoh masyarakat dan seniman setempat.
Sanggar Tari Diwe Sembilan di pimpin oleh ibu Sarnah yang beralamatkan Di desa Muaras Sahung Kecamatan Muarasahung kabupaten kaur. Tari yang mengisahkan ada tiga (3) putri raja yang di asingkan dari kerajaan dan mengalami penderitaan di sepanjang hidupnya sangat suka menanam bunga di tempat pengasingannya,
Pada saat bunga bunga yang di tanam bermekaran ada 7 putri ( Dewi kahyangan) yang turun mnyukai dan meminta untuk memetik bunga bunga tersebut sebagai penghibur ketiga putri raja tersebut, sejak turun nya ke tujuh bidadari tersebut kehidupan Nya mulai berubah lebih baik.
Pantai Pinang Tawar, Kabupaten Kaur, menjadi saksi kemegahan budaya Nusantara pada acara Halal Bihalal PWK Se-Nusantara yang digelar pada 2 April 2025. Salah satu momen paling berkesan dalam acara ini adalah penampilan Tari Diwe Sembilan,
Sebuah tarian tradisional yang menggambarkan kearifan lokal dan keindahan budaya Indonesia. Tarian yang dilakukan penari ini memukau para hadirin dengan gerakan anggun dan penuh makna.
Dengan mengenakan busana khas yang memadukan warna-warna cerah, para penari membawakan Tari Diwe Sembilan dengan penuh semangat, menghidupkan suasana dan menyatukan peserta dalam harmoni budaya.
Bapak Wakil Bupati Kaur, Abdul Hamid S.PD.I, yang turut menghadiri acara ini, memberikan apresiasi tinggi terhadap penampilan Tari Diwe Sembilan. “Tarian ini adalah salah satu warisan budaya yang harus kita lestarikan. Melalui acara seperti ini, kita dapat memperkenalkan budaya lokal kepada khalayak yang lebih luas,
Tari Diwe Sembilan bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi simbol persatuan dalam keberagaman. Kehadiran tarian ini dalam Halal Bihalal PWK Se-Nusantara semakin memperkuat pesan acara tentang pentingnya menjaga hubungan kekeluargaan dan melestarikan budaya bangsa.
Sebagai salah satu bagian dari rangkaian kegiatan, Tari Diwe Sembilan memberikan inspirasi kepada generasi muda untuk lebih mencintai budaya lokal. Acara ini menjadi bukti nyata bahwa seni dan tradisi dapat menjadi jembatan yang kuat untuk mempererat tali silaturahmi.
Sumber:
Bapak zulaini dari desa mauara sahung kecamatan Muara sahung kabupaten kaur propinsi bengkulu














