Alaku
Alaku
Daerah

Gotong Royong Menjemur Padi Membuat Pekerjaan Berat Jadi Ringan

9
×

Gotong Royong Menjemur Padi Membuat Pekerjaan Berat Jadi Ringan

Sebarkan artikel ini
Masyarakat Bergotong royong menjemur padi setelah panen
Masyarakat Bergotong royong menjemur padi setelah panen

Usai musim panen raya, warga Desa di kecamatan semidang gumay kembali menghidupkan tradisi gotong royong menjemur padi di halaman/ Lapangan desa. Kegiatan yang telah berlangsung turun-temurun ini tidak hanya bertujuan mengeringkan gabah, tetapi juga memastikan bahwa nilai-nilai kebersamaan terus diwariskan kepada generasi berikutnya. Gotong royong menjemur padi menjadi simbol harmonisasi antara kerja keras, kebersamaan,

Setelah karung gabah basah hasil panen dibawa ke lapangan terbuka, warga desa biasanya berkumpul di sebuah area luas yang telah disiapkan untuk proses pengeringan padi. Dengan peralatan sederhana seperti tarpaulin dan penggaruk, para petani bersama-sama menyebarkan padi agar terkena sinar matahari secara merata. Proses ini memerlukan kerja sama dan koordinasi yang baik, mengingat luasnya area dan jumlah padi yang harus dikeringkan.

Example 300x600

Selain mempersiapkan padi untuk proses selanjutnya, momen ini juga menjadi ajang untuk berbagi cerita, canda tawa, dan mempererat hubungan antarwarga. Tradisi gotong royong seperti ini juga mengajarkan pentingnya solidaritas dan kebersamaan dalam menghadapi tantangan hidup,

Dengan semangat kebersamaan, warga bergantian menyebar gabah di atas anyaman tikar bambu atau terpal besar. Sambil menunggu matahari mengeringkan padi, mereka bercengkerama, berbagi cerita, dan sesekali menyantap hidangan sederhana seperti teh hangat dan pisang rebus yang disediakan secara sukarela.

“Ini warisan leluhur. Gotong royong menjemur padi membuat pekerjaan berat jadi ringan.

Proses penjemuran biasanya memakan waktu satu minggu, tergantung cuaca. Selama itu, para warga desa berjaga bergiliran untuk mengawasi gabah dari incaran burung atau hujan mendadak. Alat tradisional seperti *nyiru* (tampah bambu) dan *garu* kayu masih digunakan untuk membalik dan membersihkan gabah dari kotoran.

Tradisi ini juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda.  “Gotong royong Cara ini menjaga kearifan lokal,”

Meski demikian, tantangan modernisasi mulai menggerus tradisi ini. Namun, sebagian warga berkomitmen mempertahankan gotong royong sebagai identitas budaya. semangat gotong royong di kecamatan semidang gumay membuktikan bahwa kebersamaan tetap menjadi pondasi kuat dalam merawat warisan nenek moyang.

Gotong royong menjemur padi mencerminkan filosofi hidup masyarakat agraris yang mengedepankan kolektivitas dan keberlanjutan. Proses penjemuran tradisional tidak hanya menjaga kualitas gabah, Kegiatan ini sejalan dengan program pemerintah untuk menguatkan ketahanan pangan berbasis kearifan lokal.

(dg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *