Hj. Susy Sriwahyuni S, SKM., M.Si., FIHFAA., FISQua., CH, lahir di Meulaboh, 16 Mei 1984, Susy tumbuh di daerah yang pernah dilanda dampak besar tsunami 2004. Pengalaman ini memicu ketertarikannya pada isu kesehatan dan ketahanan masyarakat Merupakan Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Teuku Umar.
Sebagai dosen di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Teuku Umar, Susy dikenal sebagai pengajar yang mengintegrasikan teori dengan praktik lapangan.
Selain menjadi Dosen Produktif, Penulis juga seorang Surveior Rumah Sakit dan Puskesmas/Klinik dari LAFKI (Lembaga Akreditasi Fasilitas Kesehatan Indonesia) serta penulis juga banyak melakukan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan melakukan Pengabdian kepada Masyarakat dengan meneliti dan menghasilkan karya yang telah dipublikasikan baik pada Jurnal Nasional maupun Jurnal internasional.
Bagi Susy, kesehatan masyarakat harus dilihat sebagai investasi pembangunan. Masyarakat sehat adalah pondasi kemajuan bangsa. Di Aceh, kami tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memastikan setiap individu memiliki akses dan pengetahuan untuk hidup berkualitas.
Susy Sriwahyuni memulai kariernya sebagai tenaga kesehatan di daerah terpencil, di mana ia langsung berhadapan dengan tantangan akses layanan kesehatan dan pendidikan masyarakat. Pengalaman ini mendorongnya untuk melanjutkan studi magister di bidang ilmu sosial, guna memahami akar masalah kesehatan dari perspektif sosiokultural.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Bersama mahasiswanya, ia kerap menggandeng pemerintah daerah, tokoh adat, dan organisasi keagamaan untuk menyusun program kesehatan yang kontekstual.
Misalnya, pelatihan kader kesehatan berbasis meunasah (musholla tradisional Aceh) yang kini menjadi model nasional.
Di usia 40 tahun, Susy tetap produktif. Saat ini, ia memimpin riset tentang dampak perubahan iklim terhadap kesehatan masyarakat pesisir Aceh, Akar kelahiran di Meulaboh menjadi motivasi terbesar Susy.
Ia aktif mengadvokasi pembangunan fasilitas kesehatan di wilayah bekas zona konflik dan bencana. Saya ingin membuktikan bahwa daerah seperti Meulaboh bisa menjadi contoh resilience dalam kesehatan masyarakat, tegasnya.
Kini, Susy aktif sebagai dosen di salah satu universitas ternama di aceh, membagikan ilmu kepada calon pemimpin kesehatan masa depan. Bersama timnya, ia tengah mengembangkan program pelatihan kader kesehatan desa berbasis aplikasi, yang bertujuan memperluas jangkauan layanan di daerah tertinggal.
Hj. Susy Sriwahyuni S, SKM., M.Si., FIHFAA., FISQua., CH, adalah teladan integritas akademisi-praktisi. Dari kampus hingga pelosok desa, ia membuktikan bahwa ilmu kesehatan masyarakat adalah senjata ampuh untuk membangun peradaban yang lebih baik.
Ilmu tanpa aksi hanya akan menjadi teori. Mari bergerak bersama, karena setiap langkah kecil kita bisa jadi awal perubahan besar, pesannya untuk generasi muda.
Hj. Susy Sriwahyuni S, SKM., M.Si., adalah bukti nyata bahwa integrasi ilmu kesehatan dan sosial mampu menciptakan perubahan berkelanjutan. Melalui ketekunan dan visinya, ia terus menginspirasi generasi muda untuk turut berkontribusi dalam membangun masyarakat yang sehat dan mandiri.












